Batam, informasi jurnalis – Lampu di Jalan Raya Hassanudin menuju Punggur, kecamatan Nongsa mati total, kejadian itu sudah lama akan tetapi sampai saat ini belum hidup.
Menurut pengendara sepeda motor saat melalui jalan raya Hassanudin menuju Punggur, dirinya merasa takut sebab lampu sepanjang jalan tersebut mati total, mulai dari simpang bundaran bandara internasional Hang Nadim sampai simpang Kabil Raya, atau simpang Teluk Bakau.
“Lampu jalan raya Hassanudin ini sudah lama mati pak, mukin kurang lebih sudah 15 malam, akan tetapi sampai saat ini belum hidup, dulu pernah hidup kurang lebih 4 malam tak lama mati lagi,” Ucap masyarakat Punggur saat menyampaikan keluhannya kepada media ini, Kamis (19/2/2026) malam.
Begitu juga pengendara lainnya menyampaikan hal yang sama terkait mati lampu di jalan raya Hassanudin tersebut bahwa dirinya merasa hawatir saat pulang kerja.
“Saya merasa khawatir pak ketika pulang kerja tengah malam apa lagi malam gelap sekali jalan ini, apa lagi kiri kanan hutan, saya takut pak, kalau siang tidak masalah, apa lagi jalan ini kalau malam sepi pak, takutnya ada sesuatu yang tidak kita inginkan,” Ucapnya.
Dengan kejadian mati lampu di jalan raya Hassanudin tersebut, ia berharap agar dapat diperbaiki oleh dinas terkait, sebab kalau dibiarkan terus-menerus mati takutnya ada kejadian yang tidak diinginkan oleh masyarakat terutama para pengendara.
“Kita berharap kepada pemerintah Kota Batam agar segera memperbaiki lampu di jalan raya Hassanudin ini, sebab kami sebagai masyarakat terutama pengendara sangat khawatir apa bila lampu jalan ini mati, apa lagi di wilayah ini rawan kejadian yang tidak kita inginkan,” Ungkap nya.
Begitu juga kata dia, apabila lampu jalan raya kalau mati yang rugi kita sebagai masyarakat, terutama para pengendara, sebab lampu jalan raya ini yang bayarnya masyarakat melalui pemerintah.
“Lampu jalan raya atau Penerangan Jalan Umum (PJU) di bayar oleh pemerintah bukan langsung oleh PLN. Dana ini berasal dari Pajak Penerang Jalan (PPJ) yang dititipkan dalam tagihan listrik warga setiap bulan. PLN hanya penyedia listrik, sementara pemeliharaan dan biayanya menjadi tanggung jawab dinas terkait,” Katanya.
Hingga berita ini dipublikasikan, reporter media ini masih melakukan konfirmasi kepada dinas terkait pemerintah Kota Batam (*)









