Diduga Tidak Memiliki Izin, Ditpam BP Batam Diminta Lakukan Penindakan Aktivitas Pematangan Lahan Belakang SPBE Kabil

oleh -446 views
oleh
Foto aktivitas cut and fill (Pematangan lahan) belakang SPBE Kabil diduga tidak memiliki izin.

Batam, informasi jurnalis – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam baik maupun Direktur Pengamanan Aset dan Kawasan (BP Batam) diminta lakukan penindakan dan penyetopan aktivitas cut and fill (Pematangan lahan) depan kawasan Kaliban atau persisnya belakang (Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Kabil, kelurahan Kabil, kecamatan Nongsa, Kota Batam.

Aktivitas cut and fill (Pematangan lahan) tersebut diduga tidak memiliki izin UKL UPL dan SPPL baik maupun Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). informasi menyebutkan bahwa aktivitas tersebut sudah berjalan lama akan tetapi tidak terdeteksi oleh Ditpam BP Batam.

Oleh karena itu, kami meminta kepada dinas terkait untuk segera melakukan penindakan tegas sesuai undang-undang nomor 32 tahun 2009 tentang pengerusakan lingkungan hidup.

“Aktivitas cut and fill ini sudah lama pak, sekitar kurang lebih tiga bulan, akan tetapi selama dia berjalan saya tidak pernah melihat dari dinas terkait untuk melakukan Penyetopan. Kuat dugaan saya bawah aktivitas ini tidak memiliki izin pak,” Ucap masyarakat setempat kepada media ini, Rabu (18/3/2026).

Dia mengatakan mengenai aktivitas cut and fill di belakang SPBE Kabil tersebut dampak debunya beterbangan ke permukiman masyarakat setempat akan tetapi pelaku tersebut tidak mau tau.

“Kami disini sudah capek makan debu dampak aktivitas Pematangan lahan ini, tetapi mereka tidak mau tau pak, di Kabil ini bapak kan sudah tau sendiri bahwa banyak masyarakat yang jualan di depan sana, apa lagi cuaca panas, angin kencang jadi debunya beterbangan kemana -kemana,” Ucap nya lagi kepada media ini.

Kita berharap kata dia, semoga aktivitas ini dapat distop karena dirinya tidak tahan dengan debu yang beterbangan kemana-mana, apa lagi dampak debunya sangat menggangu kesehatan.

“Selama dia beroperasi mata saya perih dan tenggorokan saya terasa sakit akibat terkena debu dari aktivitas cut and fill ini pak, semoga aktivitas ini dapat distop, karena kalau tidak distop akan menimbulkan penyakit TBC,” Katanya.

Sementara bukit belakang SPBE terlihat jelas bahwa jika terus menerus dikeruk akan terjadi longsor, banyak masyarakat Kabil menghawatirkan jika musim hujan tiba maka bangunan SPBE tersebut terancam ambruk.

“Ini musim panas pak, kalau sempat musim hujan bukit itu dikeruk maka bangunan SPBE itu terancam Ambruk, kita buktikan saja, ini masih musim panas, sementara bapak tau kondisi tanah di Batam ini, banyak bukit longsor akibat aktivitas pematangan lahan,” Katanya.

Hingga berita ini dipublikasikan, reporter media ini masih melakukan konfirmasi kepada BP Batam (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.