Perlindungan Konsumen Minta Aparat Kepolisian Tindak Pelaku Pengoplosan Beras Di Bengkong

oleh -418 views
Foto dugaan beras oplosan yang ada di dalam gudang.

Batam, lnformasijurnalis – akhir – akhir ini ada temuan dugaan beras hasil oplosan khususnya di tingkat pedagang grosir yang ada di ruko yang terletak di pasar Cahaya Garden Bengkong Sadai Kota Batam.

Hal tersebut ditemukan oleh Herman dari salah satu Lembaga Advokasi Perlindungan Konsumen Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) baru – baru ini.

Bahkan pihaknya menduga kuat bahwa sak beras tersebut telah diganti dengan karung beras merek mahal, seperti beras super, Pondok Minang, beras Solok, dan merek beras mahal lainnya. 

“Banyak lagi yang ditemukan di lapangan beras oplosan seperti di atas, setelah mendapat informasi dari masyarakat, bahwa ada dugaan kegiatan pengoplosan beras yang dilakukan oleh Pelaku usaha disebuah Ruko yang terletak di pasar Cahaya Gerden Bekong Sadai,” Ucap Herman saat diwawancarai media ini.selasa (24/8/2021).

Setelah pihaknya mendaparkan informasi dari masyarakat tersebut, pihaknya langsung melakukan investigasi bersama awak media ke lokasi, Setelah nyampai di lokasi bahwa di lokasi pihaknya menemukan beras Bulog, di mana beras Bulog tersebut diduga di oplos dengan beras yang berkualitas.

“Setelah kami nyampe di lokasi usaha tersebut, bahwa di lokasi kami tidak menemukan pelang nama usahanya baik nama PT nya, sehingga dugaan kami meruncing terhadap kegiatan yang mereka lakukan tersebut,” Ucap Herman.

Setelah itu pihaknya bersama awak media langsung menghubungi Kanit Reskrim Polsek Bekong, tentang dugaan temuan beras oplosan di wilayah hukum Polsek Bekong tersebut, setelah itu kanit Reskrim Polsek Bengkong menyarankan mereka utuk membuat laporan tentang kegiatan tersebut.

Bahkan terkait kegiatan tersebut Herman meminta kepada aparat penegak hukum khususnya aparat Kepolisian Polrestabes Barelang.

“Kami meminta khususnya kepada Aparat Kepolisian untuk dapat menindak pelaku usaha, atau Cukong beras oplosan tersebut sesuai dengan undang – undang yang berlaku, yaitu UU Perlindungan Konsumen (No.8 tahun 1999) Bagi pelaku usaha yang sengaja merugikan konsumen diancam dengan kurungan 5 tahun penjara, denda Rp 500 juta,” tegas Herman.

Sebelumnya, Herma mendapatkan nformasi dari salah seorang warga setempat bahwa lokasi TKP, dugaan pengoplosan beras tersebut sudah hampir tiga tahun.

“Akan tetapi warga setempat tidak mengetahui kalau di dalam gudang tersebut ada kegiatan dugaan pengoplosan beras secara ilegal,” katanya.

Setelah itu media ini mencoba menghubungi salah satu orang inisial BT sebagai pemilik beras tersebut, guna konfirmasi terkait kegiatan yang mereka lakukan, Akan tetapi BT malah membantah seakan – akan kegiatan pengoplosan beras di gudangnya tidak ada.

“Tiadak ada kegiatan pengoplosan beras di gudang tempat kami,” Ucap singkat kepada media ini (*)

(ARDIE)