Mengenal Tradisi Lombok Timur Acara “Kelak Ares”

oleh -54 views
oleh
Foto suasana acara "Kelak Ares" di area rumah yang disebut "Lelambur".

Lombok Timur, informasi jurnalis – Beginilah Tradisi di Lombok Sasak, Nusa Tenggara Barat (NTB) acara “kelak Ares” yang disebut “Begawe” di wilayah Benteng Desa Kerumut, kecamatan Pringgabay Lombok Timur, apa bila ada acara hajatan sunatan atau yang disebut (Khitan) dalam bahasa Indonesia baik itu “Molang Meli” dalam bahasa Indonesia yang disebut “Cukur Rambut) pada anak bayi yang baru lahir, baik itu acara kematian setelah tujuh hari dan acara perkawinan.

Acara “kelak Ares” atau masak lauk tersebut di lakukan pada malam hari hingga larut malam, bahkan sampai tiba waktu sholat subuh. Acara “Kelak Ares” ini pada jaman dahulu di wilayah Benteng Desa Kerumut tersebut masyarakat Lombok Timur menggunakan material seperti kayu bakar dari batang kelapa baik maupun kulit kelapa yang sudah kering diambil dari perkebunan.

Begitu juga masyarakat setempat sangat kompak bergotoroyong membantu saudaranya atau yang sebut “Semeton Jari” yang punya hajatan tersebut. seperti memikul material buah nangka, batang pisang kepok yang masih muda yang disebut “Puntiq Sabe” baik itu buah kelapa yang dipetik dari perkebunan saudara (Kadang Jari).

Akan tetapi kali ini semuanya serba ada dan serba canggih apa bila ada acara hajatan atau “Begawe” maka masyarakat Lombok Timur masak menggunakan bahan bakar Gas LPG. Akan tetapi menurut pendapat masyarakat Lombok apa bila ada acara “Kelak Ares” tersebut mereka memilih menggunakan material kayu karena masak menggunakan kayu bakar hasilnya lebih bagus daripada menggunakan kompor Gas tersebut.

“Kalau kita masak menggunakan bahan bakar dari kayu hasilnya lebih bagus dan wangi, apa lagi masak nasi menggunakan kayu bakar hasilnya beda dengan masak menggunakan kompor gas. jadi kalau kita masak menggunakan kompor gas itu ketika kita bepergian dalam keadaan buru-buru karena masak menggunakan kompor gas itu cepat,” Katanya kepada media ini, Rabu (3/6/2026).

Dia mengatakan mengenai material kayu bakar yang biasanya di ambil dari perkebunan saudara “Kadang Jari” tersebut kini sudah jarang tidak bisa seperti jaman dulu.

“Jarang “nekajak” dalam bahasa Lombok Timur bagian daerah Benteng Desa Kerumut. Atau Jarang “Nane Jak Semeton” dalam bahasa Lombok Tengah atau Lombok Barat,” Katanya (*)

Penulis. Ros Jihan Halid.

No More Posts Available.

No more pages to load.