Tiang listrik Bright PLN Batam, Kerap Dijadikan Tumpangan TV Kabel

oleh -2,962 views
oleh
Foto peristiwa tiang listrik bright PLN Batam di tumpangi oleh kabel. TV yang ada di daerah kelurahan sei plunggut kecamatan sagulung.foto Robert Sianturi.

INFORMASIJURNALIS.COM (Batam) tiang listrik milik bright PLN Batam, kerap dijadikan tumpangan TV kabel, yang ada di daerah kelurahan sei plunggut kecamatan Sagulung kota Batam dan sekitarnya.

Dimana tiang listrik tersebut diduga dijadikan bisnis antara pengusaha TV kabel dengan oknum pejabat bright PLN.

Sementara itu, Kenyamanan masyarakat di kelurahan sei pelunggut kecamatan sagulung terusik dengan tiang listrik milik Bright PLN yang semberaut yang ada di permukiman masyarakat.

“Pejabat Bright PLN Batam, itu sepertinya harus sudah punya program peremajaan, karena sudah membahayakan, dan juga kabel-kabel yang numpang di tiang listrik itu terlalu dekat dengan bangunan rumah Warga, Jadi kalau dibiarkan semberaut kabel itu maka kita selaku warga masyarakat sangat hawatir dengan kondisi itu,” ucap ketua RW 10.julpikar Hasibuan.saat di konfirmasi media ini.senin (03/8/2020)

Ia memaparkan terkait kabel yang numpang di tiang listrik tersebut, bahwa kabel yang numpang di tiang listrik milik bright PLN Batam tersebut sangat meresahkan masyarakat, sebab kabel tersebut terlihat semberaut serta kabel tersebut sangat dekat dengan rumah warga setempat,” ujarnya.

tingkat ketinggian kabel itu, kata dia.
Seharusnya pihak Bright PLN batam juga mensosialisasikan peraturan dimana tiang listrik tersebut seharusnya tidak diperbolehkan kabel-kabel itu menumpang di tiang listrik tersebut, sebab dengan keadaan seperti itu sangat menghawatirkan bagi masyarakat yang rumahnya dekat dengan kabel itu,” ucapnya.

Sementara itu pantauan di lapangan, kabel yang numpang di tiang listrik tersebut tertata rapi, namun ada tumpangan kabel yang semberaut sepertinya kabel tersebut diduga milik pengusaha TV kabel yang ada disekitar lokasi kecamatan Sagulung.

Hingga berita ini di posting pejabat bright PLN Batam belum dapat dikonfirmasi terkait kasus tersebut (*)

Penulis. Robert Sianturi.