LSM Ampuh, Minta Aparat Tindak Tegas Pelaku Pencemaran lingkungan Dikabil

oleh -416 views
Foto ketua DPC LSM aliansi pemerhati lingkungan hidup (Ampuh) kota Batam, Budiman Sitompul.

INFORMASIJURNALIS.COM (Batam) ketua DPC LSM Aliansi Masyarakat Pemerhati lingkungan hidup (AMPUH) kota batam sangat sesalkan sikap pihak kawasan pengelola limbah industri (KPLI) kabil, pasalanya ya telah melakukan konfirmasi terkait dugaan pencemaran lingkungan oleh limbah B3 yang ada di belakan kawasan KPLI kelurahan kabil Kecamatan Nongsa kota batam baru-baru ini.

Dimana dugaan kasus limbah tersebut sudah mencemari lingkungan warga sekitar, sehingga terkait hal tersebut pihaknya mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak pengawas KPLI. Melalui pesan WhatsApp selulernya, namun pihak KPLI tidak bersedia menjawab terkait kasus tersebut.

“Tanggapan saya dari ketua DPC LSM Aliansi Masyarakat Pemerhati Linglungan hidup (AMPUH) terkait masalah Insiden yang terjadi di kawasan pengelolaan limbah kabil itu. Jadi itu bukan tidak di sengaja atau di sengaja, jadi yang jelas itu adalah kelalaian dari PT atau dari pihak transportir pengangkut pengumpul pemampaat limbah tersebut,” Ucap Budiman Sitompul yang akrab di sapa Tom, Saat memberikan komentarnya Sabtu (19/9/2020)

Masih kata dia, Sementara istansi pemerintah yang berkepentingan didalam KPLI kawsan pengelolah limbah indistri itu semuanya ada, dalam pengawasnya yang namanya Wandi. nah jadi seharusnya pengawas yang ada di kawasan pengelolaan limbah industri KPLI kabil itu seharusnya dia melihat, mulai dari penempatan limbah cair limbah padatnya, nah jadi itu di pila-pila, dan gudang yang ada di KPLI itu harus jelas drenasenya arahnya kemana, jadi jangan sampai lingkungan itu tercemarin oleh limbah itu,” ujarnya.

“Ia memaparkan limbah B3 yang telah mencemari lingkungan warga sekitar tersebut, seharusnya pihak KPLI itu memberikan kompebsasi atau bantuan kepada warga, walaupun warga itu warga rumah ruli, akan tetapi mereka itu tetap namanya warga Masyarakat kita, karena yang tinggal di situ ia mempunya keluaga anak dan istri baik saudara. sama dengan kita dan mereka itu hidup dengan kita juga,” Ucapnya.

jadi akibat terjadinya pencemaran lingkungan yang diduga dilakukan oleh pihak perusahaan transportir pengangkut limbah B3 baik dari pihak KPLI bahwa dia harus betanggung jawab.

“Untuk itu pihak perusahaan transportir limbah B3 atau pihak KPLI dan pihak perusahaan itu harus bertanggung jawab penuh dengan pencemaran limbah B3 jenis cair dan padat, mediasi lingkungan hidup sesui aturan di dalam UU 32 tahun 2009 tentang pengelolaan lingkungan hidup di pasal 98 ayat 1 dan 2 atau ganti rugi akibat terkenak dampak pencemaran limbah B3 yang diduga berasala dari pengelolaan kawasan limbah industri kabil itu,” jelasny.

Jadi menurut saya kata dia lagi, terkait kasus itu bahwasanya pengawasan dari KPLI itu diduga tidak bekerja, dan seharusnya pengawas didalam kawasan KPLI itu mengontrol mengawasi kegiatan-kegiatan keluar masuknya limbah B3 hingga pengontrolan gudang, dan parit hingga penempatanya. agar tidak terjadinya kebocoran yang dapat mencemari lingkungan sekitar kawasan KPLI itu,” tegas dia.

“untuk itu saya meminta kepada pemerintah khususnya dinas lingkungan hidup (DLH) kota batam, baik Pihak kepolisian polda kepri, agar dapat memberikan sangsi tegas sesuai undang-undang yang berlaku terhadap perusahaan transportir baik Pihak KPLI itu, Sebab kawasan pengelolaan limbah industri kabil itu tidak sesuai dengan setandar dan aturan kementerian lingkungan hidup,” katanya (*)

Hingga kabar ini di posting pengawas KPLI, Wandi. ketikan di konfirmasi melalui telpon selulernya terkait kasus tersebut dirinya tidak bersedia berkomentar, hanya saja ia menjawab, Sebentar saya lagi rapat ucap singkat (*)

Rosjihan Halid.