Gawat Kepri, Walikota Harus Cepat Tanggap Bencana Banjir

oleh -55 views
Foto istimewa ketua pengurus gaung wartawan bermartabat provinsi kepulauan Riau (Kepri)

Tanjungpinang, lnformasijurnalis – ketua pengurus Gaung Wartawan Bermartabat provinsi Kepulauan Riau (Gawat Kepri) menit kepada walikota Tanjungpinang menanggapi bencana banjir susulan kembali melanda di daerah Yudowinangun, Kota Tanjungpinang, Minggu (10/1/2021)

Dimana Hujan deras turun mulai dari pukul 24.00 wib hingga pukul 04.00 wib sehingga debit air tersebut naik sehingga mengakibatkan banjir tidak terelakkan.

“Ditambah dengan air pasang laut di pukul 05.00 wib subuh hingga ketinggian mencapai kurang lebih satu meter,” ucap Muh Daud. saat menyampaikan kegiatannya.

Ketika ditanyakan terkait cepat tanggap dari instansi terkait banjir yang melanda dimana tempat ia tinggal, Muh Daud mengatakan hingga pukul 03.00 wib baru datang bantuan dari Basarnas mengevakuasi warga RT. 01 RW. 09 diungsikan ke Posko Kantor Lurah Tanjungpinang Barat.

“Ini merupakan banjir susulan kedua terparah yang dialami warga, karena sebelum-sebelumnya tidak sampai separah ini,” ucapnya.

Mendapat kunjungan dari Gawat Kepri, Muh Daud menyampaikan rasa Terima kasih atas dukungan dan keprihatinan yang ditunjukkan Gawat Kepri.

“Terima kasih atas kunjungan kawan Gawat Kepri yang hadir menyampaikan rasa prihatin dan dukungan juga doa.” Pungkasnya.

Di tempat yang sama, Tengku Azhar selaku Juru Bicara (Jubir) Gawat Kepri kepada Informasijurnalis mengatakan, Ketua Gawat Kepri, meminta Walikota harus Tanggap Darurat dan respon cepat pada saat masyarakat membutuhkan. Tambahnya semoga pemerintah daerah khususnya pemko Tanjungpinang dapat membangun posko pantauan di titik-titik lokasi rawan banjir.

“BPBD Kota Tanjungpinang harus sigap dan serius menanggapi dan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat atas bencana yang terjadi.” Pintanya.

Kepada Muh Daud Tengku mengatakan semoga musibah yang terjadi selalu sabar dan kuat dengan semua keadaan yang terjadi.
Saat di konfirmasi ke instansi yang terkait melalui warshap belum dapat terhubung,” katanya (*)

Robert Sisnturi.