Di Sebalik Goro, Masyarakat Rempang Kembali Menggelar Orasi Penolakan Penggeseran Relokasi

oleh -665 views
oleh
Foto masyarakat Rempang Terdampak PSN saat menggelar kegiatan Gotong Royong dan orasi penolakan penggeseran relokasi.

Batam, informasi jurnalis – Masyarakat Rempang, kelurahan Sembulang, kecamatan Galang, Kota Batam, kembali menggelar orasi penolakan pengukuran pasang surut serta pemasangan titik koordinat darat dan laut yang di lakukan oleh Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (BP Batam) baik maupun pihak perusahaan.

Orasi penolakan Penggeseran yang digelar Masyarakat Rempang tersebut bertempat di Pantai sembulang dihadiri warga masyarakat setempat sebanyak kurang lebih 50 orang. Sebelum melakukan orasi masyarakat setempat melakukan Gotong Royong (Goro) membersihkan lingkungan.

Sementara itu, masyarakat Rempang dalam hal ini tetap bertahan dan tetap menolak relokasi transmigrasi lokal tersebut.

“Hari ini kita melakukan gotong royong semebelum melakukan orasi penolakan pengukuran pasang surut serta pemasangan titik koordinat darat dan laut. Masyarakat Rempang dan warga yang bertahan tetap menolak relokasi/transmigrasi lokal,” Ucap masyarakat Sungai Buluh Ibu Asmah kepada media ini saat menyampaikan kegiatannya, Minggu (14/6/2026).

Dia mengatakan terkait kegiatan Goro yang dilakukan di Pantai Sembulang tersebut tidak hanya masyarakat Rempang, melainkan masyarakat yang terdampak Proyek Strategis Nasional (PSN).

“Kegiatan Goro dan orasi ini semua gabungan, mulai kampung yang terdampak PSN Rempang Eco City. mulai dari masyarakat Sembulang, Sungai Buluh, Pasir Panjang, Sungai Raya dan Blongkeng. Artinya semua kampung yang ada di rempang ini,” Ucapnya lagi kepada media ini.

Begitu juga masyarakat lainnya mengatakan terkait orasi penolakan penggeseran tersebut, mengapa harus proyek PSN ditempatkan di Rempang, sementara masih banyak lokasi lain selain di Rempang. Bahkan dia mengaku heran.

“Kami juga heran melihat pemerintah ini kenapa harus di Rempang ini ditempatkan proyek, kenapa tidak di barelang unjung sana sementara masih banyak lahan kosong di Barelang ini,” Ucap Sairon kepada media ini.

Dalam hal ini kata Sairon, “Orasi penolakan pengukuran pasang surut serta pemasangan titik koordinat darat dan laut rempang dan warga yang bertahan tetap menolak relokasi Kande,” Katanya (*)

penulis (Grandong)

No More Posts Available.

No more pages to load.