Bea Cukai Batam Amankan Penumpang Tujuan Surabaya-Lombok Membawa Narkoba

oleh -89 views
Foto tersangka dan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu, saat diamankan petugas Bea Cukai Batam foto BC batam.

Batam, lnformasijurnalis – Bea Cukai Batam kembali berhasil mengamankan seorang Pria inisial A (35) tahun calon penumpang pesawat rute Batam, Surabaya, Surabaya-Lombok yang menyelundupkan tiga bungkus plastik berisi total sebanyak 301,4 gram narkoba jenis sabu-sabu.

Penyeludupan narkoba tersebut dilakukan dengan cara menyembunyikan di dalam duburnya.Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Zulfikar Islami menyampaikan bahwa penumpang tersebut diamankan di Terminal Keberangkatan Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Minggu, (3/10/2021).

“Untuk kronologi, pada hari Minggu, 3 Oktober 2021 sekitar pukul 05.45 WIB petugas Bea
Cukai Bandara Hang Nadim melakukan kegiatan profiling terhadap penumpang Pria inisial A,” kata Zulfikar. Saat menyampaikan kegiatannya, jum’at (29/10/2021).

Zulfikar menyebutkan, Petugas kemudian melakukan pemeriksaan barang bawaan penumpang tersebut dan
melakukan proses wawancara, dari hasil wawancara ia mengaku mengonsumsi sabu dan mengakui membawa sabu yang disembunyikan di dalam duburnya.

“Petugas kemudian membawa penumpang tersebut ke Rumah Sakit Awal Bros untuk
dilakukan rontgen dan hasilnya benar ditemukan 3 barang bukti bungkusan plastik
disembunyikan di dalam dubur yang bersangkutan,” Ucap Zulfikar.

Setelah itu kata Zulfikar, Petugas kemudian uji narcotest untuk memastikan kandungan dari isi bungkusan plastik tersebut.

“Dari hasil narcotest diketahui bahwa isi bungkusan tersebut positif narkoba jenis
Sabu/Methamphetamine,” Jelas Zulfikar.

Selanjutnya tersangka dan barang bukti tersebut diserahterimakan ke Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau untuk proses lebih lanjut.

“Penyelundupan narkotika dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009
tentang Narkotika Pasal 114 ayat (2) dan/atau Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1)
dengan ancaman pidana hukuman mati.atau penjara seumur hidup, atau paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun, serta pidana denda maksimum Rp10.000.000.000 (sepuluh miliar rupiah),”katanya (*)

Ros jihan Halid/red.